Saturday, August 11, 2018

Who is that?

                                Clap





Ini terinspirasi dari salah satu Urband Legend yang saya baca . Jadi alur cerita ini sebagian milik cerita yang asli dan sebagian dari khayalan saya . 


***

“ Oh ayolah .. aku tidak percaya mereka tidak jadi ikut “
“ Ya.. mau bagaimana lagi . Mendadak mereka mempunyai rencana yang tidak bisa dibatalkan”
“ Tapi mereka lebih dulu berjanji untuk mengikuti acara ini .. seharusnya mereka membatalkan saja rencana mereka “
“ Mereka punya hak untuk membatalkannya .. mungkin rencana mereka lebih penting dari acara kita”
“Tapi kan-“
“Sudahlah .. tidak ada gunanya mengeluh saat ini “
Gadis yang sedari tadi berkicau langsung bungkam . Tidak mempunyai niat untuk menjawab perkataan temannya itu . Merasa kesal dengan teman-temannya yang lain yang tidak bisa ikut liburan bersama mereka . Padahal mereka sudah merencanakan rencana liburan mereka pada awal bulan lalu , tapi mendadak semua mempunyai rencana lain kecuali dirinya dan salah satu temannya. Membuat gadis yang memakai baju berwarna putih polos itu kesal setengah mati.
Sementara temannya yang sedari tadi menyetir hanya menghela nafas . Jujur dia juga kesal pada temannya yang lain , tapi dia mencoba bersikap dewasa . Dan juga rencana mereka tidak bisa dibatalkan karena mereka terlanjur memesan sebuah villa . Tidak enak jika mereka tiba-tiba membatalkannya sementara mereka sudah memesan vila itu dari jauh-jauh hari.
“Maery.. apa vila nya masih jauh ?” Tanya gadis berbaju putih yang mulai bosan dengan perjalan mereka yang ternyata tidak menghabiskan waktu 1 jam 2 jam .
“ Tidak Sar.. hanya kurang lebih 30 menit lagi”

30 menit pun berlalu , Sara dan Maery pun sampai di vila yang mereka tuju . Vila itu terlihat megah dan besar .. terlihat sangat mencolok karena sekelilingnya hanyalah pohon-pohon yang menjulang tinggi . Terlihat menyeramkan sekaligus indah .
Mereka berdua pun berjalan ke arah vila tersebut , membuka kunci pintu dan masuk kedalam . Sama halnya dengan di luar , didalam juga terlihat besar dan megah .
“ Kemana pemilik vila ini ? “ Tanya Sara
“ Aku sudah memintanya untuk tidak disini saat kita datang . Bukankah kita ingin bebas dan terawasi saat liburan ? Itu yang kau katakan padaku . Itu sebabnya sekarang kita hanya berdua disini “ Jelas Maery sambil membuka pintu ruangan satu persatu.
“Hm.. tidak buruk” Gumamnya.
“Kita hanya berdua disini ? Di vila ini ?” Tanya Sara sedikit takut. Itu karena Sara tidak pernah membayangkan bahwa vilanya akan sebesar ini .. terlebih hanya berdua.
“ Kau takut ?” Pertanyaan Maery sontak membuat Sara menggeleng .
“ Tidak.. tidak mungkin . Hantu itu tidak ada “ Jawaban Sara langsung membuat Mery tertawa.
“ Aku tidak bilang hantu hahhahhahaha”
Sara mengerucutkan bibirnya kesal mendengar jawaban Maery tapi sebenarnya yang membuatnya kesal adalah suara tawa Maery yang menyebalkan.
“ Sudahlah .. aku mau tidur”
.
.
.
.

 Saat mereka sedang tertidur lelap, tiba tiba Sara mendengar suara dan membangunkan Maery . Suara itu berasal dari luar vila tersebut , seperti ada seseorang berjalan diluar.
“ Siapa itu ?” Maery segera membuka jendela dan berteriak . Namun tak ada jawaban dibalik kegelapan itu . Lalu ia tutup lagi jendela itu . Akan tetapi suara itu masih ada . Ada seseorang yang sedang berjalan mengelilingi vila ini , mereka yakin akan hal itu . Tapi itu tidak mungkin sang pemilik vila , karena Maery sudah memberikan pesan untuk mengosongkan vila tersebut . Lalu siapa ?
“Siapa itu ??” Tanya Maery lagi, namun masih tak ada jawaban . Ia masih mengamati sekitar.
“ Mungkin itu pemilik vila” Bisik  Sara.
“Tidak mungkin .. Aku sudah berpesan pada pemilik vila untuk mengosongkan vila ini . Tidak mungkin dia”
“Lalu siapa ?” Tanya Sara yang membuat Maery mengendikan bahunya . Keduanya memiliki perasaan yang tidak enak sekarang.
“Aku akan bertanya sekali lagi” Sara  yang mendengar perkataan Maery segera mengangguk.
“Apa ada seseorang disitu ?” Kata Maery namun tak ada jawaban . Maery menjentikan jarinya , tau apa yang harus ia lakukan .
“ Tepuk tanganmu sekali jika ‘iya’ dan tepuk tanganmu dua kali bila ‘tidak’ “Sara yg mendengar perkataan Maery langsung terkejut.
“Apa maksudmu mengatakan itu ???”
“ Bisa saja kan itu orang yang sekedar lewat .. dan orang itu tidak bisa berbicara . Jadi aku mendapatkan ide itu “
“Tapi tidak mungkin ada orang yang lewat di tengah hutan be-“

PROK !

Perdebatan kedua gadis tersebut langsung terhenti ketika mereka mendengar sebuah tepukan tangan . Hening.. kegugupan mulai menyerang mereka .
“Mungkin itu pemilik vila “ Bisik Sara lirih .. dia mulai takut sekarang .
“Tapi itu tidak mungkin “ Maery masih bersikeras dengan pendiriannya.
“Itu mungkin saja “ Jawab Sara bersikeras sekaligus menenangkan hatinya .
“Tanyakan “ Maery mengangguk
“Apa kamu pemilik vila ini ?” Tanya Maery

Prok!prok!

Bukan. Mereka saling berpandangan .. terlihat ketakutan dari mata mereka .
“ Apa kamu laki-laki ?”

Prok!prok!

“ Apa kamu perempuan ?”

Prok ! Prok !

Mereka bingung . Lalu Sara mengganti posisi bertanya Maery kepada sesuatu yang menjawab pertanyaan Maery tadi.
“Apa kamu.... manusia ?”

Prok ! prok !

Di titik itu, mereka merasa ngeri . Sambil menelan ludah dengan susah payah , Maery kembali bertanya
“A-apa kamu sendirian ?”

Prok ! prok !

“ Ada berapa jumlah kalian ? “ Seru Maery yang ketakutan sama seperti Sara yang semakin meremas jemarinya . Lalu Maery melanjutkan perkataanya.
“Satu tepukan untuk satu orang “
Dan ternyata , tidak mereka duga , mereka semain ketakutan . Akibat suara ramai dari hutan yang gelap tersebut .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK PROK …


Don't Be a silent readers ~~
Terima kasih yang sudah mau membaca cerita absurd ini wkwkwk